“Yang Mulia, ada pergerakan dari pihak Putra Mahkota” William mendengarkan ucapan pengawalnya dalam diam. Menyeruput tehnya perlahan, tadi siang ia baru kembali dari perbatasan untuk melihat pembangunan dari tembok yang dulu pernah di terobos oleh beberapa pencuri dan sekarang sudah hampir rampung. Meskipun Will sudah diturunkan secara paksa, namun ia masih menganggap ini bagian dari kewajibannya meski istrinya sempat menyindirnya sejak gelar Raja dan Ratu Kerajaan Alore tidak melekat pada mereka. “Awasi dia, dan persiapkan kepulanganku besok pagi kita harus segera sampai kerajaan dan sedikit bermain di sana” ucap William dengan nada angkuh “Baik saya mengerti Yang Mulia” Pengawal sekaligus asistennya itu segera keluar dari tenda khusus untuk William, melaksanakan apa yang diperintahka

