“Ini dia” ucap Ara begitu kembali duduk di samping Luke Luke melihat kertas besar dengan warna kekuningan yang terlihat kusam di seluruhnya, Ara membukanya lebih lebar dan terpampang cetak biru istana dan denah di sampingnya. “Ini…?!” “Benar, ini sepertinya cetak biru bangunan istana serta peta keseluruhannya” ucap Ara menatap Luke dengan wajah serius Pelan Luke mengambil kertas kusam nan lebar itu dengan kedua tangannya. Kedua matanya melebar dan terkejut tidak bisa tertututpi dengan ekspresi kakunya. “Dimana kamu menemukan ini?” tanya Luke tanpa mengalihkan pandangannya ke kertas lebar yang sekarnag sudah berpindah sepenuhnya di pangkuan Luke Ara meraba meja kecil di dekatnya dan menarik laci nomor dua. Keluar sebuah buku bersampul kecoklatan dan bersampul aneh. “Hampir seminggu i

