Part 30. P E N A S A R A N. === “Sepertinya aku harus pulang sekarang, lihat Ibuku menyuruhku pulang.” Devina memperlihatkan sebuah pesan bohongan. Ia sudah tidak kuat lagi berada di kamar Calista rasa penasaran membuatnya bertambah sakit hati dan cemburu. “Kenapa cepat sekali, kamu bahkan belum memilih baju yang kamu sukai!” ujar Calista kecewa. “Tidak! Tidak usah aku memiliki banyak baju!” tolak Devina. Air matanya sudah merebak. Mungkin jija berdiri lebih lama di ruangan ini ia bisa menangis sesenggukan. “Tidak, kamu harus tetap membawanya.” Calista mengambil sekitar 5 pcs baju memasukkannya ke dalam paper bag lantas memberikannya pada Devina. “Terima kasih Calista!” ucapnya. “Aku juga berterima kasih! Lain kali kamu haru main ke sini lagi, ya!” ujar Calista ramah. “Tentu!”

