"Hallo Sahira?" Mendengar suara itu refleks Sahira menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka. Melihat kedatangan calon suaminya, detak jantung Sahira berdegup dengan kencang. Dia tidak menyangka akan berada diposisi ini sekarang. Dia tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini diusia yang masih bisa di sebut belia. Dengan tatapan datar Sahira merespon kedatangan calon suaminya. Sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Amir mendekat ke arah Sahira lalu duduk di sofa yang sama dengan Sahira. Sahira sedikit menjauh kala calon suaminya itu duduk di dekatnya. Amir menatap Sahira dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dengan tatapan kagum Amir berdecak. Rasanya dia sungguh beruntung mendapatkan daun muda yang sangat mempesona seperti ini. Tidak sia-sia dia mengorbankan uang 2M le

