Bagian Dua Puluh Dua

1627 Kata

Sahira pov Setelah kemarin puas bersenang-senang dengan teman-temanku. Kini giliran kesedihan kembali menghampiriku, semenjak aku kehilangan keperawanan rasanya harga diriku semakin di injak-injak oleh kak Joni. Belum habis rasa senang ku kini aku harus kembali dihadapkan dengan kenyataan, bahwa mau tidak mau aku harus menikah dengan si tua bangka itu. Jijik banget rasanya harus membayangkan di cumbu oleh tua bangka. Rasanya benar-benar sudah menjadi jalang sungguhan. Namun aku tidak mau kalah oleh kak Joni. Aku akan mengajukan persyaratan agar pernikahanku ini tidak boleh diketahui oleh siapapun agar aku masih bisa bebas bersekolah dan bermain bersama teman-teman ku. Termasuk Ardi sekalipun. Persahabatan ku dengan Ardi rasanya semakin hari semakin merenggang. Aku jarang menemui Ardi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN