Bagian 41

705 Kata

Entah ada takdir apa, namun yang jelas Hana bertemu dengan mama mertuanya. Ia ingin langsung pergi seperti pesan suaminya tadi malam namun bukankah aneh jika ia menghindar. Mungkin aku bisa menyapa sebentar lalu pergi, batin Hana lalu tersenyum kemudian mendekati mama mertuanya. "Selamat pagi, mah. Apa yang mama lakukan di sini?"tanya Hana. Sangat terdengar basa-basi namun itu lebih baik dari pada ia bersikap canggung. "Mama ada urusan di sini. Kau sendiri?" "Hana juga ada urusan di sini." Reka mengangguk lalu menatap menantunya."Ada waktu untuk bicara?" Hana diam. Pesan suaminya jelas tidak bisa ia acuhkan. Tapi bagaimana bisa ia menolak ajakan mertuanya. "Em.." "Hanya sebentar." Hana akhirnya mengangguk lalu mengajak mama mertuanya untuk masuk ke salah satu kedai kopi. "Kau min

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN