Andrew berjalan tak tentu arah di bandara. Jadwal penerbangan ke Indonesia paling cepat dua jam lagi. Naik privat jet juga sama saja, perlu waktu untuk menyiapkannya. Kegelisahan Andrew bertambah saat tak satupun anggota keluarga Hana menjawab telpon darinya. Mungkin mereka semua sedang kalut dan bingung saat ini. Tapi masalahnya nomer Anwar juga tak bisa dihubungi. Pria itu dibayar untuk menjaga istrinya namun disaat seperti ini justru tak bisa dihubungi. "Arghh sial."Andrew memeriksa cctv kamar istrinya dan tidak ada siapapun di sana. Untunglah, setidaknya istrinya pasti sudah dalam perjalanan ke rumah sakit. Andrew tak akan merasa secemas ini jika saja ia tak melihat wajah kesakitan Hana. Terjatuh dalam keadaan hamil, bukankah itu berbahaya. Apalagi ada dua bayi di dalam kandungan.

