[Pak, sepertinya anak buah Pak Edy mulai menyadari keberadaan kami. Jika tidak menyerang lebih dulu, kita yang akan dihancurkan oleh mereka.] Pesan tersebut Arslan baca usai mengenakan kemeja putihnya. Ia mengambil jas serta dasi, lalu keluar dari ruang ganti. [Malam ini. Siapkan semua anak buah kita.] Arslan baru membalas ketika di tangannya sudah ada tas kerja. Ia keluar dari kamar. Menimbang-nimbang. Sejak ia mengikuti Edy 4 hari kemarin, atau pada malam di mana Alisha menyerahkan diri—astaga, Arslan lagi-lagi tersenyum hanya mengingat itu—jangankan menyerang Edy, berangkat kantor pun, pria itu sedikit enggan. Nyaris, selama 4 hari kemarin, ia tidak pernah pulang telat, lebih seringnya pulang cepat untuk mengapeli sang istri. Namun, atas dasar tuntutan balas dendam, dan keselamata

