B A B • 56

2603 Kata

[Pak, sepertinya anak buah Pak Edy mulai menyadari keberadaan kami. Jika tidak menyerang lebih dulu, kita yang akan dihancurkan oleh mereka.] Pesan tersebut Arslan baca usai mengenakan kemeja putihnya. Ia mengambil jas serta dasi, lalu keluar dari ruang ganti. [Malam ini. Siapkan semua anak buah kita.] Arslan baru membalas ketika di tangannya sudah ada tas kerja. Ia keluar dari kamar. Menimbang-nimbang. Sejak ia mengikuti Edy 4 hari kemarin, atau pada malam di mana Alisha menyerahkan diri—astaga, Arslan lagi-lagi tersenyum hanya mengingat itu—jangankan menyerang Edy, berangkat kantor pun, pria itu sedikit enggan. Nyaris, selama 4 hari kemarin, ia tidak pernah pulang telat, lebih seringnya pulang cepat untuk mengapeli sang istri. Namun, atas dasar tuntutan balas dendam, dan keselamata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN