Mobil baru saja berangkat, tetapi Alisha menyadari sesuatu dari sikap Ridwan. Sebuah kejanggalan dari penjelasan Ridwan tadi. “Om kok tahu banyak tentang Arslan? Bahkan, masalah dia nyusup ke rumah Vian, atau ketangkap polisi, aku belum cerita padahal.” Alisha mengutarakan keanehannya. “Saya tidak mungkin membiarkan suami kamu begitu saja, Alisha. Bagaimana pun, catatan masa lalunya terbilang buruk. Makanya, untuk memastikan kamu baik-baik saja, saya menyewa beberapa orang untuk mengawasi Arslan dari jauh.” Ridwan menjelaskan, seraya sesekali melirik pada spion demi membaca binar mata lawan bicaranya yang berada di kursi belakang. Sudut bibir Ridwan terangkat, bersamaan dengan pandangannya kembali fokus ke depan. “Dari pengamatan saya, saya bisa tahu, bahwa Arslan ... benar-benar beruba

