B A B • 45.2

1319 Kata

Nyaris bersamaan Arslan dan Aliya tiba di rumah. Aruna dengan cepat berlari menghampiri ibunya, dan disambut tak acuh oleh Aliya. Perempuan itu lebih tertarik pada Arslan yang baru saja turun dari mobilnya. Aliya juga baru saja membayar taksi pengantarnya. “Kalian dari mana? Nggak tidur di sini?” tanya Aliya, dengan pandangan memicing tajam. “Kalian ... ketemu sama Alisha?” Arslan berjalan mendahului Aliya menuju pintu, dengan kedua bahu terangkat tak acuh. Pria itu membuka kunci pintu, dan masuk dengan tenang. “Kamu kayak nggak tau sifat asli saya. Padahal, kita pernah dekat walau satu malam.” Arslan baru menjawab usai ia mendaratkan tubuh di sofa dengan posisi rileks—punggung dan leher menempel di sandaran sofa. “Kamu ajak dia ke kelab?” Aliya bertanya, dengan intonasi suara mening

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN