Siang ini, ada keseruan tersendiri di rumah Malik. Aminah yang sudah beberapa waktu tidak kedatangan Isha terlihat bersemangat berbincang dan bertanya banyak hal pada gadis yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri itu. Sementara Anisa seperti biasa selalu banyak bertanya pada Isha. Isha sendiri meskipun sedikit canggung ketika berada di rumah ini lagi, namun sekarang sedikit lebih dewasa sikap dan pembawaannya. Di mata Malik, Isha sudah sangat jauh berubah. Menjadi sedikit pendiam dari sebelum mereka berseteru. Para perempuan itu sibuk memasak, sementara dia yang kikuk sendirian hanya duduk di tempatnya semula. Beberapa kali dia mencuri pandang pada Isha dan semakin menyadari bahwa hatinya telah terpenjara pada gadis kecilnya ini. “Hei, Mal. Kulihat matamu berbeda saat menatapnya. Man

