Tangan Isha masih gemetar dengan jantung yang berdebar kencang ketika membaca pesan pertama yang dikirim Malik setelah sekian tahun berteman namun dalam keadaan tidak baik-baik saja seperti belakangan ini. ‘Balas? Nggak? Balas? Nggak?’ Isha bimbang untuk membalas atau tidak pesan yang dikirim Malik kali ini. Entah ilham dari mana yang membuat Malik tiba-tiba mengirim pesan padanya, setelah sekian lama mereka berada dalam kondisi saling diam. Tapi setelah menimbang banyak hal, sebagaimana yang Rosminah sering katakan, bahwa terlalu banyak kebaikan yang sudah Malik lakukan padanya, akhirnya Isha memutuskan untuk membalas pesan Malik. “Waalaikum salam. Alhamdulillah, saya baik,” balas Isha dalam chat yang diketiknya dengan tangan tremor karena gemetar dan jantung yang berdegup berkejaran.

