Bab 35 Raja Pedang Halilintar

1290 Kata

Pagi-pagi buta, ketika embun masih menempel di rerumputan, Panji sudah bersiap untuk meninggalkan Padepokan Tapak Suci. Di luar, udara dingin masih mencengkeram kulit, sementara kabut masih menyelimuti kawasan lereng Sindoro. Ia berdiri di depan beranda, menatap kawasan menghijau di bawah sana. Hampir seluruh punggung bukit ini tertutup pepohonan, sehingga pedepokan ini memang tak terlihat dari bawah. Pantas saja, hanya orang-orang tertentu yang mengetahui jalan menuju tempat ini. “Kau sudah siap?” sapa Ki Serayu yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Panji mengangguk. Ia melihat sosok Ki Serayu sebagai sosok yang begitu tangguh dan kuat, walau usianya sudah mendekati senja. Di balik tubuhnya yang kurus, Panji merasa Ki Serayu mempunyai kekuatan tersembunyi yang tak mudah untuk diterka. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN