Kumbara hanya menangkis serangan-serangan Mahalini yang membabi-buta. Ia ingin membalas serangan Mahaliini, tetapi masih ada rasa segan, mengingat gadis belia itu adalah putri dari ketua padepokan yang sangat disegani. Siapa yang tak kenal dengan Raja Telapak Iblis? Menyakiti putrinya bisa berarti bunuh diri secara terang-terangan.Ia tak tahu harus berbuat apa, sembari memosisikan diri sebaik mungkin, agar tak terkena pukulan dari Mahalini. Sebenarnya, pukulan Mahalini tak terlalu berbahaya juga, karena ia juga masih belajar. Gadis itu masih terlihat kaku dan belum terlalu menguasai jurus. Bagaimanapun, Kumbara harus tetap berusaha agar tak terkena pukulannya. Ia tidak takut, hanya merasa segan. “Aku tak ingin bertarung denganmu, Mahalini!” ucap Kumbara. Namun, rupanya teriakan Kumbara

