Raden Gumilar, si saudagar kaya itu hanya bisa tercekat ketika melihat sosok buas yang ada di hadapannya itu menggigit leher Rumini hingga hancur. Darah semburat memenuhi dinding kereta, sementara sosok itu kini mengalihkan pandangan ke arah Raden Gumilar. Tatapannya begitu tajam dan liar, membuat nyali Raden Gumilar mengkerut. Ia tak mau bernasib sama dengan Rumini. Tanpa membuang waktu berlama-lama, ia segera mengambil langkah seribu berlari meninggalkan kereta kuda. Parasnya pucat pasi karena dicekam rasa takut. Raden Gumilar tak tahu kemana harus berlari di malam buta begini, apalagi ia tidak melihat rumah di sekitar situ. Ia hanya melihat deretan pepohonan di tepi jalan setapak. Jantungnya berdegup kencang, serasa hendak meledak. Rasa penat di kakinya tak dapat ia tahan, sehingga te

