Cakar Baja menatap mata wanita muda yang indah itu dengan perasaan gusar. Ia tidak menyangka kalau wanita itu akan menguncinya di dalam ruangan yang menghubungkan dengan ruang bawah tanah itu. Wanita itu tersenyum penuh kemenangan sambil memamerkan kunci gembok yang ia bawa. “Kau tak akan bisa kemana-mana, Tuan. Kalau saja Raja Telapak Iblis tahu kau mengkhianatinya, sudah pasti tiada ampun bagimu. Kau akan berakhir dengan kematian yang pedih, dan kau hanya akan tinggal nama yang tak perlu dikenang,” ucap perempuan cantik itu. “Aku ... aku bukan berkhianat, Nisanak. Kau tahu, aku adalah abdi dari Raja Telapak Iblis yang paling setia, dan aku selalu menjadi tangannya selama bertahun-tahun. Bahkan aku korbankan nyawa saudaraku hanya untuk membela dia. Jadi bagaimana mungkin aku punya niata

