Bab 140 Tombak Berujung Tajam

1542 Kata

Suasana semakin tegang, ketika suara Patih Ganendra semakin keras tertawa. Sedangkan para tawanan terlihat tenang, seolah tak takut akan kematian. Sorot mata Ki Wirawan yang tangannya diikat, seolah memberi isyarat kepada Wiradharma untuk segera bertindak. Melihat isyarat itu, Wiradharma segera paham apa yang harus ia lakukan. Wuus! Secepat kilat, ia melesat tetapi bukan untuk menyerang Patih Ganendra, melainkan melesat keluar ruangan, hingga sosoknya menghilang. Kini tinggal Panji yang berdiri sendiri di hadapan Patih Ganendra dan para prajurit yang siap menghukum mati para tawanan. “Kau sendirian, Panji! Si pengkhianat itu rupanya adalah seorang pengecut yang lari dari medan tempur. Kau tak bisa kemana-mana lagi, dan tak ada yang menolongmu. Bersiaplah menuju kebinasaanmu!” ucap Pati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN