⚡T i g a b e l a s⚡

926 Kata
Pagi-pagi sekali tidurku terbangun karena mendengar suara bel yang ditekan beberapa kali. Aku sudah meminta Mas Prabu untuk membukakan pintu, tetapi dia hanya diam, sibuk dengan dunia mimpinya. "Mas," aku menepuk-nepuk wajahnya, "buka pintu sana. Berisik." "Kamu aja," ucapnya dengan mata yang masih terpejam. Aku masih tidak ingin gerak. Berharap suara bel itu akan berhenti, tetapi lima menit selanjutnya, benda tersebut masih mengeluarkan bunyi. Aku jadi kesal, siapa sih, pagi-pagi begini bertamu. Enggak punya etika banget. Dengan langkah yang pelan akhirnya aku sampai di depan pintu. Aku buka pintu itu dan wajah perempuan langsung terpampang di sana. "Permisi, Bu. Selamat pagi. Bapaknya ada?" Ini siapa ya. Kaya pernah lihat, tapi di mana. "Bu?" "Eh, apa?" aku membuka mataku lebih lebar, "bapak ya? Bapak saya di kampung." "Bukan," dia tersenyum kecil, "maksudnya Pak Prabu ada?" Oh, kirain Bapakku. "Ada," aku menoleh ke dalam rumah, "tapi masih tidur." "Boleh minta tolong dibangunkan?" Kedua alisku mendadak bertaut. "Kamu siap? Kok nyuruh-nyuruh?" "Saya Loli. Asistennya Pak Prabu. Maaf sebelumnya saya tadi tidak memperkenankan diri. Saya kira Ibu masih ingat saya, kita pernah bertemu di kantor." Oh, iya, Loli. Asisten Mas Prabu yang dulu pernah diskusi bersama saat aku diajak ke kantor. "Ada kendala lagi Bu, mengenai proyek kemarin yang kita diskusikan. Oleh karena itu, kami membutuhkan Pak Prabu." Sepertinya bakal ada adegan bentak-bentakan lagi. Haduh, mana masih pagi. Aku enggak mood mendengarkannya. "Bu?" "Oh iya," aku membuka pintu lebih lebar, "masuk dulu. Aku panggilkan Mas Prabu." Loli duduk di kursi ruang tamu, sedangkan aku membangunkan Mas Prabu di kamar. "Ngapain Loli ke sini?" tanya pria itu dengan mata yang masih terpejam. "Katanya ada kendala lagi tentang proyek iklan kemarin." Mas Prabu mengucek matanya sebelum akhirnya turun dari ranjang. "Heran. Enggak pintar-pintar mereka," tanggapan pria itu kemudian dia berjalan ke pintu. "Mas," aku berteriak sehingga pria itu langsung memutar pandangannya ke arahku, "itu." "Kenapa?" tanyanya bingung. Aku berlari mendekatinya. Tanganku seketika bergerak untuk mengancingkan kerah piamanya. "Tutupin," ucapku. Ekspresi menyebalkan langsung terukir di wajah pria itu. "Kenapa harus?" "Enggak apa-apa. Tutupin aja." "Kenapa harus?" Ini manusia, kalau pertanyaannya belum dijawab pasti mengulang pertanyaan itu berkali-kali. Dia akan berhenti jika sudah memperoleh jawaban. "Biar adil aja sih. Emangnya aku boleh pakai baju yang terbuka? Dilihat lawan jenis pula?" "Ya enggak bolehlah, pakai nanya." "Sama kan. Mas juga enggak boleh. Biar adil." Dia mengangguk-angguk. Tangannya mengelus puncak kepalaku. "Kamu posesif. Saya suka," ucapnya kemudian berjalan ke arah lantai bawah, sedangkan aku masih termenung di tempat. Posesif? Enggaklah. Aku cuma ingin keadilan. "Kita perginya kan lusa. Dipercepat jadi sekarang?" samar-samar aku mendengar suara Mas Prabu dari lantai bawah. Sepertinya mereka sedang melakukan diskusi. Aku mengerjapkan mataku kemudian berjalan menyusul mereka di lantai bawah. "Barang-barang kamu di rumah?" suara Mas Prabu lagi-lagi terdengar. "Iya, Pak." "Ya sudah, kita ke rumah kamu kemudian langsung berangkat. Tim yang lain sudah pada berangkat kan?" Kita ke rumah kamu? Kok? "Belum, Pak. Kami semua menunggu Bapak." Mendengar Loli berbicara seperti itu, aku sontak menarik napasku pelan. Berusaha mempersiapkan diri jika Mas Prabu mengeluarkan kata-kata kasarnya. "Bodoh-bodoh banget pakai segala menunggu saya." Kan, sudah hafal aku. Mas Prabu pasti akan mengeluarkan kata-kata kasar. "Salah saya. Saya bodoh. Tadi mereka ingin berangkat, tapi saya bilang tunggu Bapak dulu. Maaf, Pak." "Enggak, bukan kamu. Mereka bodoh. Kamu pintar." Lah, kok? Aneh banget. Enggak sesuai ekspektasi nih. Bisa-bisanya Mas Prabu memuji Loli pintar, sedangkan seingatku, aku aja istrinya enggak pernah dipuji seperti itu. Aku berjalan lebih cepat ke arah Loli dan Mas Prabu. Kedua orang itu menoleh ke arahku saat aku berada di hadapan mereka. "Luv, tolong ambilkan koper saya." Aku terdiam, masih menatap mereka bergantian. "Enggak kuat ya? Kalau enggak, yaudah enggak usah." "Kuat kok!" ucapku cepat, "aku ambilkan nih sekarang." Beberapa saat kemudian koper Mas Prabu sudah berada di lantai bawah. Kopernya berat banget, sebenarnya aku enggak kuat cuma ya dikuat- kuatkan. "Kita langsung berangkat sekarang ya?" Mas Prabu enggak sadar apa ya kalau dia masih pakai piama. Mana piamanya kusut. Kok percaya diri banget dia mau ke Bandara, tapi penampilannya begini. "Bapak masih pakai piama," ucap Loli memberitahu. "Tapi saya tetap ganteng," ucapan Mas Prabu yang membuat aku seketika melongo. "Iya, iya," balas Loli kemudian mereka berdua tertawa, sedangkan aku hanya mematung sambil menatap mereka dengan bingung. Detik selanjutnya aku mengerjapkan mata lantas menggeleng keras-keras. "Enggak ganteng! Soalnya belum mandi juga!" ucapku akhirnya ikut bersuara. Tawa mereka seketika berhenti kemudian kedua pasang mata itu menatap ke arahku. "Diam kamu. Kamu enggak diajak bercanda. Ga usah ikut angkat bicara," ucap Mas Prabu. Dih, kurang ajar banget dia. Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a. Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853) Terdiri dari: Full E-book (Lengkap) Part Ke-1 sampai Part Ke-55 (Ending) Total 55 Part ; 215 Halaman Hanya dengan Rp46.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu. Cara Pembelian: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Get A Cruel Husband? _ TheDarkNight_) 3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp46.000. 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka". Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853 Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN