Rena segera pergi ke kamarnya setelah menemui Nenek. Ia tak sabar untuk segera menggunakan test pack dan mendapati hasil yang ia bayangkan sejak tadi. Meski ia berharap tak cepat hamil, tapi rasa bahagia tak dapat ia cegah jika benar ternyata dirinya telah hamil. "Sudah pulang sayang?" tegur Mama Ana saat Rena melewati ruang kerjanya. "Iya, Ma. Tadi aku pergi dengan Sheny dan Mirna sebentar," jawabnya lalu cium tangan. "Iya, nggak papa. Hiburan biar nggak jenuh di rumah terus. Galang nggak telepon?" Ana membuka kaca mata baca-nya. "Nggak, Ma." "Keterlaluan si Galang." Nada bicaranya berubah. "Mungkin sedang sibuk Ma, karena ini shooting hari terakhir," jawab Rena, sedikit murung meski mungkin saja itu benar adanya. Ia merasa sangat ingin dimanja saat ini. "Coba tanya Emon." "

