38. Konsekuensi

1080 Kata

   Perjalanan cukup memakan waktu. Kedua orang tadi terus mengajak Rena bicara santai. Tak urung dalam hatinya tetap merasakan ketegangan. Rena sangat takut ini menyangkut karirnya Galang. Dan ia tak siap menjadi penyebab hancurnya karir Galang. Rena cukup tahu perjuangan Galang demi karirnya.    Ketegangan semakin memuncak ketika ia di bawa ke sebuah ruang yang sangat nyaman dan dipenuhi barang mewah.    Di hadapannya duduk seorang wanita berwajah oriental, usia sekitar 50 tahunan. Ia duduk nyaman di kursi yang mungkin berharga jutaan per-unit.    "Silahkan duduk."    "Terima kasih." Pandangan Rena sempat terpaku pada papan nama kecil yang ada di meja, Rian Ming, sudah tentu itu namanya.    "Jangan tegang. Saya hanya ingin bicara seputar rumah tangga kalian."    Rena berusaha be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN