Seperti hujan yang menjatuhkan ribuan butirannya Perlahan rasa ini akan jatuh bermuara pada lautan cintamu -Nunc Scio Quid Sit Amor- Tak ada lagi yang saling bicara. Rena sudah terlelap saat ini sepertinya. Kemudian tubuhnya berbalik, tangannya jatuh menyentuh lembut lengan kekar di sisinya. Galang masih terjaga, pengap kamar membuatnya sulit tidur. Tempat tidur yang sempit membuat jarak mereka sangat dekat, bahkan hampir tak berjarak. Dan hanya guling sebagai pembatas. Galang dengan hati-hati menyingkap helai rambut yang menutupi pipi Rena, kemudian tangannya terus membelai lembut kepala wanitanya, istrinya yang belum sepenuhnya menyerahkan diri. Merasakan setiap hela napasnya, Galang tersenyum tipis, masih tak menyangka mimpi indah ini. Menemukanmu... seperti menemukan pintu kebaika

