Suatu saat kenakalan itu akan dirindukan... -Hate to be Love- Selama beberapa menit Galang membiarkan pandangannya berhenti. Perlahan Rena membuka matanya. Saling tatap. "Selalu buat masalah," gumamnya. Galang tak tega melihat Rena gelisah. Semua karena dirinya. Bisa saja Rena keluar sendiri tanpa menghiraukan dia. Tapi ternyata Rena lebih memilih menemaninya meski gelisah memikirkan pekerjaan. "Ayo kita keluar!" Galang menggenggam erat tangannya. "Tapi... Lang?" Rena menatap ragu. "Apa pun risikonya ... daripada aku membiarkan kamu gelisah," katanya parau. Pintu dibuka, Galang menuntun Rena keluar. Teriakkan histeris semakin memekakkan. Sheny menutup kedua telinganya, "ngapain lo berdua keluar?" "Ya terus, mau sampai kapan?" jawab Rena geram.

