Arjuna masih tawar-menawar dengan dirinya sendiri untuk berani mengungkapkan perasaan pada Silvia. Ia duduk memandangi cincin bertahtakan berlian sederhana peninggalan sang Ibu yang telah meninggal sebelum ia menjadi Manajer Hotel Gold. Ibunya berpesan, agar ia tak salah memilih wanita yang akan memakai cincin itu. Wanita itu harus bisa mengurusnya dengan baik, menjadi istri dan ibu yang baik, dan menantu yang baik meski kedua orangtua Arjuna sudah tiada. Arjuna mengecup cincin itu saat membayangkan wajah sang Ibu, lalu setetes air mata mewakili perasaan-nya. Hanya Silvia kandidat tunggalnya. Hanya Silvia. Tapi semakin ia merasa mencintai, semakin besar ketakutan untuk bisa mendapatkan cinta wanita pujaannya itu. Arjuna merasa Silvia selalu memperlakukan dan menganggapnya sebagai sahabat

