60. Arjuna dan Silvia

806 Kata

   Arjuna lebih memilih mengumpulkan keberanian daripada menikmati makan malam. Saat ini yang ada di kepalanya hanyalah kalimat-kalimat sindiran dari Galang dan Rena tadi yang terus memaksanya.    "Mm, jika aku si pengecut itu, apa benar... kamu yang menunggu sampai detik ini?" ia bertanya dengan pandangan menyelidik.     Silvia sudah cukup mencerna untuk bisa memahami pertanyaan Arjuna tersebut. "Kapan terakhir kali kamu liat aku, tersenyum lepas?" sindirnya halus.    Arjuna lama terdiam. Memberanikan diri untuk tetap memahami situasi ini. Ia berjalan melewati meja tanpa mengalihkan pandangan, kemudian berlutut di kaki Silvia.     "Aku malu sudah membuat kamu menunggu," Juna mengambil kedua tangan Silvia yang dingin dan sedikit gemetar. "Tapi aku yakin kamu mengerti, aku menjadi peng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN