* * * * * * * * * Part 55 * * * * * * * * * d a n itu tentu saja bukan suara isakan Vale, y a n g berarti keluar dari isakan Mama Vale. d a n itu artinya, Vale juga mendengar isakan itu. Dengan frustasi, cewek ini menenggelamkan wajahnya pada bantal y a n g ada ditempat tidurnya. Menangis dengan bebas tanpa harus takut akan ada y a n g mendengarnya. "b**o! Lo b**o banget Val! Kenapa lo harus nangis? Lo itu cewek kuat! d a n cewek kuat, gak pernah nangis!" Astaga, suara itu? Vale segera mendongak, menatap ke sekelilingnya dengan mata memerah, d a n isakan kecil y a n g masih terdengar. "Kak Rafli? Oh ya ampun, kenapa suara itu tiba-tiba terasa sangat nyata sekarang? Kenapa, bayangan itu kembali melintas di dalam pikiran gue? Ah, s**l!" Sekali lagi, suara itu kembal

