* * * * * * * * * Part 77 * * * * * * * * * Ya, mudah-mudahan begitu. Gue gak bisa bayangin kalo itu preman atau perampok. Atau, sih tukang mutilasi. God! Gue masih pengen hidup. Gue juga belum jadian sama Vio. Gue belum nikah sama dia. Gue juga belum punya anak dari dia. Oke, ini alay. Kenapa jadi bawa-bawa anak? Plis, Ky, lo cowok apaan sih? Murahan banget! ”Keluar atau gue tembak lo, s****n!” d a n sekarang, Tentara itu mau nembak gue? Omaygat... Duar. Benar saja, gak sampe berapa detik kemudian, ada suara ledakan y a n g menghantam tepat di sebelah kiri gue. Sial! Oke, sudah saatnya gue keluar. ”b******k! Santai dong lo―hah?” Kayaknya mata gue rabun deh. Gak mungkin... Gue coba ngucek kedua mata gue, tapi pas gue melek, sama aja. Tiga orang di depan gue ini. Sial! B

