* * * * * * * * * Part 63 * * * * * * * * * Menaruh kedua tangan di belakang kepala, beliau kembali meneruskan, "Kalian fikir saya t i d a k bosan mendengar keluhan kalian? Telinga saya panas, tahu!" "Kuping nya taruh di kulkas aja, Pak. Pasti dingin." Vio membalas dengan polos. y a n g diikuti dengan tawa geli dari Lala. Pak Wortel gak menghiraukan kata-kata Vio d a n tawaan geli dari Lala, beliau h a n y a meneruskan, "Kalau bukan k a r e n a niat kabur kalian tadi, kita t i d a k akan ada di sini selama ini. Memangnya saya t i d a k punya urusan lain selain mengurusi murid-murid seperti kalian? Mendingan saya pulang d a n bertemu dengan anak d a n istri saya deh daripada bertatap muka selama ini dengan kalian. t i d a k ada enak-enaknya." "Emangnya kita ma

