* * * * * * * * * Part 50 * * * * * * * * * Belum pernah Bhisma semarah ini dengan orang lain. Apalagi cewek. Hah! Bhisma serasa banci k a r e n a sudah bentak-bentak cewek kayak gini. Tapi, ”Ini gak ada hubungannya sama sekali sama Christie. Jadi stop buat nyebut nama dia!” ”Kenapa? Apa salahnya kalo gue sebut Christie?” Bhisma frustasi. d a n cowok itu tanpa sadar terduduk lemas menyender di dinding y a n g bersebrangan dengan Vale. Membuat cewek itu sejenak merasa simpati sekaligus penasaran. ”Jangan ganggu dia dengan lo sebut nama dia kayak tadi. Cukup gue aja y a n g ganggu dia. Dia udah tenang di atas sana.” Vale menahan napas. Refleks, tangan kanan nya menutup mulut dengan wajah kaget. Christie, sudah meninggal? *** ”Baiklah, anak-anak, pelajaran kali ini cu

