* * * * * * * * * Part 93 * * * * * * * * * “Maksud gue Vio itukan orangnya polos banget tuh kayak kertas. Nah, mungkin lo bisa nanyain ke dia apa masalah Vale. Vale kenapa, gitu!“ “Ah, gue aja nggak yakin Vio ngerti Vale kenapa. Lo tau sendiri Vio nggak punya otak. Jadi memori nya itu nggak ada sama sekali. Nol. Nol persen!“ Ricky berdecak gak suka. “Bisakan mulut lo dijaga? Gitu-gitu dia itu calon ibu buat anak-anak gue ntar!“ “Yakin bener lo kalo Vio mau sama lo. Bahkan buat seorang Vio sekali pun masih mikir buat keseribu kali kalo mau sama lo!“ Sial! Gue ditoyor sama Ricky. Kenceng banget lagi untung pala gue gak patah. “t*i, lo!“ Gue ngakak. “Bau dong?“ “Iya, kek elo!“ Anjir! Wkwk udah deh kalo adu mulut sama Ricky mah nggak akan kelar-kelar ini mah. Mending

