* * * * * * * * * Part 20 * * * * * * * * *
Oke. Sepertinya Ricky sudah mulai jahat, kenapa pikirannya jadi seolah olah membela Vale, padahal kan y a n g berteman dengannya itu Bhisma. Jangan jangan Ricky udah mulai berkhianat jalur pikiran lagi, kalo Bhisma tau bisa bisa Ricky bakal di musuhin seumur hidup dengan cap pengkhianat bangsa d a n negara. Ricky j e l a s gak mau jadi pengkhianat meski y a n g di khianatinya C u m a Bhisma, jadi Ricky segera menyudahi fantasinya barusan d a n memilih untuk kembali fokus pada Bhisma y a n g kini kembali terdiam. Tapi tangan Ricky terus bergerak untuk melaksanakan hukuman ini agar cepat berakhir, gak bisa Ricky tuh diam diam aja tanpa melakukan apa pun. Emang Ricky anaknya produktif banget, bahkan dalam urusan hukuman gini. Meski kesal, ya tetap harus di jalan kan dong biar cepat selesai. Emang Bhisma hobinya ngeluh doang tanpa solusi, Ricky sampe sebel liat Bhisma dari tadi bengong bengong aja tanpa tau mikirin apa , pengen banger rasanya Ricky mites Bhisma k a r e n a gak gerak sama sekali buat ngejalanin hukuman ini . padahal Ricky sedari tadi sudah membereskan hukuman ini y a n g seharusnya di kerjakan bersama Bhisma , tapi cowok itu malah sibung melamun dengan dalih memikirkan rencana serangan balasan untuk Vale. Iya sih mikirin, tapi seenggaknya kan beresin dulu hukuman ini biar bisa bernapas dengan tenang tanpa ada beban gitu lho .
Bhisma y a n g sejak tadi diam akhirnya mulai ingin bersuara setelah memikirkan sebuah rencana y a n g tiba tiba terlintas di kepalanya. Maka wajah Bhisma seketika berubah cerah seperti habis mendapatkan lotere dadakan atau memenangkah hadiah atau undian kuis di televisi. Bhisma segera menoleh pada Ricky untuk menyampaikan ide nya tersebut k a r e n a ia yakin pasti ide ini akan sangat cemerlang d a n berhasil. t i d a k sia sia Bhisma memikirkan ide ini untuk membalaskan dendamnya pada Vale k a r e n a berani beraninya membuat Bhisma di hukum sedemikian rupa. Ia j e l a s t i d a k mau kalah dengan sia sia d a n telak begini, harus ada rencana balik y a n g menyerang Vale d a n membuat cewek itu akan mengakui kehebatannya dalam membalas dendam. Atau sampai darah Vale mendidih k a r e n a tak kuasa menahan amarah nya lagi. Bhisma akan memastikan hal itu bisa terjadi jika rencana ini dapat di jalankan dengan baik bersama Ricky y a n g merupakan partnernya dalam menjalankan aksi ini. Benar , Bhisma akan menjalankan hal ini sesegera mungkin sebelum ia lupa dengan ide ini , d a n sebelum Vale terus bersenang senang akan kemenangannya itu. Bhisma t i d a k mau melihat Vale bahagia kelamaan , hal tersebut harus segera di pupuskan secepatnya agar Vale t i d a k pongah.
"Gue punya ide lain, terlepas dari 'permusuhan' kita y a n g emang dari pertama masuk ke sini udah ada." Kata Bhisma y a n g hendak menyampaikan ide y a n g baru saja di pikir kan oleh nya itu pada Ricky, dengan nada sinis y a n g mempertegas tentang hubungan persahabatan Bhisma dengan Ricky y a n g memang sempat berselisih di beberapa menit ini. Memang benar sih kata ucapan Bhisma y a n g mengatakan bahwa sesungguhnya Bhisma d a n Ricky memang memiliki sebuah permusuhan dalam perkataan itu deh, makanya mereka itu sering adu pendapat tiada berkesudahan k a r e n a hal tersebut. Tapi herannya mereka berdua tetap bisa berteman d a n mendukung satu sama lain, bahkan saling bahu membahu untuk memberikan bantuan apa bila salah satu di antara mereka saling membutuhkan. Meski sebagian besar y a n g memerlukan banyak bantuan adalah Bhisma, demi menuntaskan urusannya dengan Vale y a n g selalu saja melibatkan Ricky dalam hal ini. Ricky sendiri ya jarang minta bantuan sama Bhisma, tapi mau aja membantu Bhisma demi hal y a n g sebenernya gak penting itu. Ya namanya juga sahabat lah ya, gimana ya bilangnya, musuhan tapi sahabatan. Ya gitu deh, persahabatan kan memang sering di warnai huru hara keributan, hal tersebut lah y a n g terjadi di antara Bhisma d a n Ricky y a n g memang h a n y a berdua dalam hal ini. Meski sering berselisih paham, tapi di saat saat y a n g penting mereka saling mendukung satu sama lain d a n j e l a s saling melengkapi. Kekompakan mereka tetap layak di acungi jempol.
Ricky melihat guratan raut wajah kesinisan dalam nada suara Bhisma. Ini baru sahabatnya. Cerdas. Bisa berpikir cepat dalam menindaki permasalahan y a n g ada, yaitu untuk membalaskan dendam lagi pada Vale. Vale memang harus di beri pelajaran k a r e n a sikapnya y a n g kurang ajar d a n membuat dirinya d a n Bhisma harus menjalani hukuman melelahkan ini. Meski tadi Ricky sempat mengatakan bahwa ia t i d a k mau terlibat dalam ajang perselisihan antara Bhisma d a n Vale lagi, tapi saat merasakan hukuman ini y a n g terasa memberatkan dirinya, d a n membuatnya harus panas panasan di tengah lapangan dengan membawa bawa sapu lidi d a n pengki, menyapu kan daun daun kering d a n sampah y a n g berserikan layaknya tukang bersih bersih di sekolah, jiwa amarah Ricky ya seketika terbit d a n ingin membantu Bhisma dalam melancarkan aksi balas dendam ini. Ya Vale keterlaluan sih, taruhan kemarin memang antar genk, tapi y a n g kena hukuman kan Vale doang, Lala d a n Vio y a n g note band nya adalah sahabat Vale t i d a k di libatkan dalam menjalankan hukuman, d a n h a n y a Vale sendiri y a n g harus lari keliling lapangan. Lah ini giliran Bhisma, Ricky juga malah ikutan kena hukuman bareng Bhisma y a n g gak kira kira. Malah di suruh bersihin lapangan segini gede d a n segini kotornya, Ricky merasa ini gak adil banget. Makanya ia akan mendukung apa pun rencana Bhisma untuk balas dendam dengan Vale bagaimana pun caranya.
"Kita akan pertimbangin masalah itu nanti, kalo sekarang lo bersedia mengakhiri penderitaan kita ini." Kata Ricky berusaha realistis dengan mengarahkan tatapannya pada sapu d a n pengki y a n g ada di tangannya. Ia setuju untuk mendengarkan apa pun ide Bhisma itu, tapi untuk saat ini ia mencoba berpikir waras jika rencana Bhisma tak akan pernah bisa terwujud jika hukuman ini belum selesai. Di tambah lagi Bhisma malah membuang sapu lidi d a n pengki y a n g tadi di pegangnya, membuat hukumannya ini menjadi tambah lama untuk selesai. Padahal agar bisa mencapai tujuan itu yaa se t i d a k nya menyelesaikan hukuman ini sampai tuntas, baru deh mereka bisa merealisasikannya bersama sama untuk melancarkan aksi balas dendamnya pada Vale.
Ricky benar benar terbawa suasana untuk ikut kesal dengan Vale gara gara ulahnya itu y a n g membuatnya sampai di hukum begini. Males banget sebenernya bersihin lapangan y a n g gede banget ini, y a n g padahal kan ada tukang bersih bersih, kenapa mereka harus di hukum bersihin juga. Mending di hukum bersihin lab komputer atau apa gitu, y a n g ruangannya ada ac nya d a n gak kotor kotor amat, sehingga mereka bisa ngadem aja tanpa perlu benar benar menjalankan hukuman tersebut. Pak Tono mendapatkan ide dari mana juga y a n g membuat hukuman penuh p********n seperti ini, kalo begini sih mereka bukannya kapok buat gak jail lagi, tapi malah semakin menjadi jadi untuk memberikan serangan balik pada Vale d a n teman temannya y a n g sudah keterlaluan itu. Membuat fitnah sedemikian rupa demi menjatuhkan nama Bhisma, dengan karangan y a n g mengada ngada.
Bhisma y a n g menyadari itu mengeluh, ikut menatap lesu benda tersebut y a n g ada di tangannya. "Oh, tentu aja. Gue muak sama sapu d a n pengki ini!" katanya sambal bergerak cepat untuk menuntaskan hukuman kali ini, agar bisa berlanjut untuk mengerjai Vale. Cowok itu pun mulai kembali menyelesaikan hukuman tersebut meski kesal bukan main d a n sepanjang waktu akan di isi oleh keluhannya terus menerus, Bhisma sama sekali gak punya cita cita buat megang sapu lidi gini d a n bersihin lapangan sekolah. Melakukan hal ini membuatnya tampak menyedihkan, serta menyusahkan hidupnya y a n g sudah terlanjur susah. Tapi demi menyelesaikan hukuman y a n g t i d a k akan berakhir jika t i d a k di selesaikan, maka Bhisma tetap harus menyelesaikannya bukan? Seperti Ricky y a n g sedari tadi mengerjakan hukuman ini tanpa banyak bicara d a n menjalankannya saja agar cepat seles
ai. Bukan berarti Ricky juga menyukai menyapu lapangan begini, C u m a ya k a r e n a sudah sepatutnya mereka kerjakan juga. Jika t i d a k di kerjakan d a n membantah ucapan Pak Tono, bisa bisa nanti mereka berdua semakin di tandai d a n di pantau terus menerus. y a n g artinya hukuman mereka berdua t i d a k akan berhenti sampai di sini, d a n akan terus berlanjut entah sampai kapan. Mereka j e l a s gak mau hal tersebut terjadi, sehingga mereka akan mencari cara teraman untuk menurut saja baru bisa melakukan aktivitas y a n g lain untuk membalas perilaku Vale y a n g membuat mereka sampai sengsara sedemikian rupa. Bhisma akan memastikan hal itu terjadi, sebab ia gemas sekali dengan sikap Vale itu.
"Yeah!" Ricky menyahut sea d a n ya, d a n memilih untuk focus dengan aktivitasnya saat ini, agar hukuman ini cepat selesai. Tak banyak menyahuti ucapan Bhisma, atau menyahuti keluhan cowok itu y a n g masih berlanjut selama menyapukan daun daun kering ke arah pengki, Ricky berusaha agar hukuman ini cepat selesai agar mereka berdua bisa terbebas dari sini d a n bisa menjalani kehidupan normal seperti sedia kala, menjadi siswa pada umumnya y a n g t i d a k harus berursan dengan sapu lidi d a n pengki, serta h a n y a duduk di bangku belajar sembari mendengarkan guru y a n g men j e l a s kan.
Ricky sebenarnya t i d a k takut takut amat nilainya akan berkurang h a n y a k a r e n a mengerjakan hukuman begini, ia yakin nilainya t i d a k akan berpengaruh banyak k a r e n a saingannya pun t i d a k pintar pintar amat, jadi Ricky merasa hal ini bukan masalah besar terkait permasalahan akademiknya. Tapi sebenarnya ya Ricky gak ambis ambis amat juga, ia t i d a k terlalu mengejar peringkat satu, C u m a ya emang nilainya aja y a n g bagus terus. d a n kebetulan ia menjadi juara satu terus deh, ya bukan salah Ricky dong kalo ia sudah pinter bawaan sejak lahir tanpa harus berjuang berjuang amat seperti anak lain, y a n g sudah berjuang pun ya gak pinter pinter amat d a n jadi juara kelas. Ka d a n g kasian juga sih sama siswa y a n g seperti itu, pernah terlintas buat mengalah sama mereka y a n g sudah berjuang dengan susah payah, tapi tangan Ricky rasanya sulit untuk mengisi jawaban y a n g salah k a r e n a sudah tahu jawaban y a n g benar d a n nilainya jadi sempurna terus deh.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * Past , Present , and Future * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Suasana koridor di sekolahnya sudah tampak sepi oleh para siswa y a n g biasa memadati kanan kiri koridor, h a n y a untuk sekadar berkumpul atau mengobrol di sana. Banyak siswa y a n g t i d a k betah di dalam kelas k a r e n a kelas mereka memang belum di lengkapi penyejuk ruangan, sehingga membuat mereka lebih senang untuk berkumpul di koridor saat jam istirahat atau pun jam sebelum bel masuk kelas. Kini y a n g terlihat h a n y a pintu pintu ruangan y a n g tertutup k a r e n a memang saat ini sudah memasuki jam belajar, sehingga para siswa sudah memasuki kelasnya masing masing untuk memulai pelajaran. Barang siapa y a n g masih berkeliaran di koridor tanpa urusan y a n g j e l a s , hal tersebut malah akan membuat mereka di pertanyakan jika bertemu dengan guru BK.
Vale adalah salah satu mahasiswa y a n g kini berjalan di koridor sepi itu, masih dengan menenteng tas ranselnya k a r e n a bisa di katakan bahwa Vale ini baru banget dateng ke sekolah. Ia agak merutuki k a r e n a jam masuk sekolah y a n g kecepatan sampai ia telat begini, apa mungkin Vale menuntut pihak sekolah untuk merevisi saja ya agar Vale gak telat lagi? Ya meskin pun Vale jarang telat sih, tapi gara gara kejadian hari ini kan Vale jadi ngerasa kalo aturannya emang salah. Bukan Vale y a n g salah k a r e n a kesiangan tentunya. Memang aneh sekali pola pikir Vale, ia y a n g salah, malah pihak sekolah y a n g di salahkan. Pake segala mau nuntut peraturan sekolah pula.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o B e C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *