* * * * * * * * * Part 59 * * * * * * * * * Entahlah, dia gak tau dia salah apa, tapi dorongan untuk memeluk Vale seperti ini lagi sangat menggoda nya. Setelah kejadian kemarin di ruang musik, cowok itu tau kalau Vale se d a n g berniat menjauhinya. d a n gak tau kenapa, Bhisma benci memikirkan Vale akan menjauhinya, setelah... "Lo kenapa?" suara itu terdengar sangat lembut lebih dari y a n g direncanakan oleh Bhisma. "Gue benci rokok." Bhisma tercekat mendengar suara itu, d a n melepaskan pelukannya, memegangi kedua bahu Vale, dia bertanya, "Lo--apa?" Vale gak menjawab, melainkan malah menghapus air matanya dengan kasar. "Gue harus pergi." "Gak. Sebelum kita bicara." "Gak ada y a n g perlu dibicarain, Bis." Vale berbalik, hendak pergi, tapi Bhisma kembali menahan

