Sakit

1703 Kata

Aku merasakan ada yang mengelus punggungku, aku mendongak melihat siapa yang sedang duduk di sebelahku. Mataku melotot. "Ngapain kamu kesini?!" Dia tidak menjawab, tapi malah memelukku erat di dadanya. Rasa hangat ini mengingatkanku pada mas Ardi, air mataku turun saat aku mengingatnya aku membalas pelukannya dan menangis dengan keras sebelah tangannya mengelus rambut sampai punggungku,itu sangat membuatku nyaman. Tapi aku langsung tersadar dengan siapa aku berpelukan. Dia merenggangkan pelukannya saat aku mulai bergerak tak nyaman. "Aku pulang dulu" ucapku lalu bangkit dari kursi taman. Aku agak sedikit pusing karena terlalu banyak menangis. Dia menahan tanganku dan menuntunku untuk duduk kembali. "Aku kesini mau minta maaf" dia berkata sambil menunduk, aku masih setia mendengarka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN