Artemis malas sekali meladeni Adrucan yang mulai bertingkah sok hebat di depan matanya. Sepanjang hidupnya berteman dengan pria flamboyan seperti Adrucan dan Ares itu seperti kutukan baginya. “Mungkin kau yang akan hibernasi setelah ini. Jangan terlalu besar kepala.” Ia mengejek Adrucan seperti biasa. Tangannya memegang erat Lightning Sword setelah Hideous mendesis kesal karena dibuat menunggu oleh panggilan telepon dari Ares. Mereka berdua kini mulai serius untuk bertarung. Artemis menatap Hideous dengan tatapan mengenaskan karena tadi dia sudah sempat percaya diri. Tapi sekarang dia ingin tahu siapa Tiffa dan diremehkan pula oleh Adrucan. ‘Tampaknya dia butuh banyak waktu untuk memulihkan tubuhnya kembali seperti semula. Entah sudah berapa kali dia seperti itu saat bertarung dengan A

