Hideous menerima serangan Langsung dari Artemis. Perhatiannya sungguh teralihkan walau hanya sekilas dan hebatnya Artemis memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang. Dan ia tidak habis pikir serangan itu bisa melukainya sampai separah itu. Perutnya berlubang dengan sensasi menyakitkan luar biasa. Ada bau terbakar juga dari serangan itu. Hideous kini berhenti dan memegangi perutnya. Darah mengalir membanjiri telapak tangannya ketika ia menyentuh perutnya. Mulutnya lantas mendesis tidak suka seraya menatap Artemis dengan penuh dendam. “Kau hendak membawa semua temanmu kesini untuk menghabisiku? Bukankah itu tidak adil?” tanyanya menatap ke arah Ares juga dengan tatapan benci. Karena pria itu ia jadi terkena serangan langsung. Artemis tertawa saja melihat tingkah Hideous yang plinplan s

