Keesokan harinya, Juna memberi tahu Luna tentang Rakha. Juna menceritakan kejadian yang Rakha alami. Kemudian memberikan nomor handphone Rakha yang baru pada Luna. Ada rasa yang tak bisa diungkapkan secara lisan. Karena yang pasti Luna sangat senang dan seolah mempunyai harapan baru untuk memulai pertemanan kembali dengan Rakha. Butuh sedikit keberanian tuk memulainya, atau memilih diam dan hanya menyimpannya dalam hati yang akan membuat semakin menyesakkan d**a. Awalnya Luna ragu untuk mengirimkan pesan pada Rakha, karena ia takut jika pesannya tidak dibalas oleh Rakha. Tatapan Luna tak terlepas dari Handphone-nya, ia mengambil handphone-nya, kemudian ia menaruhnya kembali, begitu saja sedari tadi, sampai berulang-ulang. Sesekali matanya melihat langit-langit kamarnya, melihat jam din

