Kepingan Hati

2228 Kata

Barra menatap tajam mata Widya, Barra sungguh sudah kehabisan cara untuk membuat Widya mau mengerti, namun semua tampak sia-sia. “Wid! Mau kamu apa sih?” Barra sangat kesal, wajahnya memerah karena menahan emosi melihat sikap Widya. “Sekarang Mas tanya mau aku? Aku mau kamu kembali menjadi kekasihku!” Widya pun menatap Barra, nada bicaranya sangat emosional. “Astaghfirullahal'adzim... Widya Please! Aku mau melamar Luna! Kalau kamu ikut semua akan berantakan!” Hati Barra sangat kesal dan memberontak, namun ia masih ingat bahwa yang ia hadapi adalah seorang perempuan, sehingga ia memilih mengabaikan Widya. “Kenapa Mas? Kenapa diam? Aku sudah bawa mobil, kalau Mas tidak mau pergi bersama, aku akan mengendarai mobilku sendiri untuk tetap ikut bersama Mas Barra!” Widya mengancam Barra. “Ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN