“Semoga kita bertemu lagi, Rakha.” Luna tak bisa menahan kesedihannya karena besok ia harus ke Jogja untuk meraih impiannya. “Insha Allah kita akan bertemu lagi.” Rakha tetap terlihat tegar walau harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya. Namun sesungguhnya ia pun merasa bersedih karena akan berpisah dengan Luna. Perempun yang menjadi cinta pertama Rakha. Air mata Luna tak bisa terbendung lagi, Rakha yang melihat Luna menangis dan menunduk memberikan sapu tangannya pada Luna. Rakha yang tak tega melihat Luna menangis, kemudian ia berpamitan pada Luna dan berusaha untuk tersenyum. “Raihlah mimpi mu, jadi lah yang terbaik.” Sambil tersenyum, Rakha menepuk pundak Luna yang sedang menangis. “Baiklah.” Luna berusaha menatap Rakha dan tersenyum padanya. “Sampai jumpa Luna.” Rakha berlalu dar

