52. Akhirnya Bertemu

2050 Kata

“Selamat pagi, Pak.” Laras menyapa sebagaimana kewajibannya begitu melihat kedatangan Divan. “Pagi, Ras. Kamu udah sarapan?” Seperti pagi-pagi lainnya juga, Divan mengangguk dan menyapa sekertarisnya itu dengan kalimat basa-basi, yah agar Laras tidak menyangka dirinya ada masalah atau semacamnya saja. Tahu sendiri sekertarisnya itu selalu kepo melebihi siapapun. “Sudah, Pak. Tapi kalau Bapak mau beliin saya sarapan lagi juga saya terima kok.” Timpal Laras yang mengikuti Divan menuju ruangannya. Seperti biasa juga Laras harus menunaikan tugasnya untuk membacakan agenda apa saja yang harus Divan penuhi hari itu. Divan menoleh ke arah sekertarisnya sekilas, melempar tatapan sinisnya yang tentu ditatap Laras. “Kamu itu ya—” Kalau sudah berkaitan dengan Laras, Divan memang sering kali kehila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN