[SOPHIA] . Begitu melihat pesawat Hagia mendarat tepat di depan mataku, aku bergegas lari dan turun ke bawah. Tidak pedulikan lagi teriakan Reno memanggilku. Seorang petugas menghalau agar aku tidak berdiri di tengah hanggar. Terpaksa aku menuruti perintahnya demi keselamatanku juga, melangkah mundur ke tepi hingga ke batas dinding bagian belakang. Reno dan Serhan ikut turun, mereka berdiri di sampingku, menunggu pesawat berhenti sempurna. Napasku berhenti di tenggorokan menyaksikan petugas mendorong tangga mendekati pintu pesawat yang lantas terbuka setelahnya. Dan langkahku sudah tak tertahankan lagi, aku berlari mendekati anak tangga terbawah, demi bisa melihat suamiku lebih dekat lagi. Hagia merentangkan tangannya lebar-lebar dan aku langsung menghambur ke pelukannya. "Hagiaaa!!!

