[HAGIA] . Wajah Sophia begitu damai dalam lelap tidur, aku tidak tega membangunkannya, tapi aku tidak mungkin pergi tanpanya, kan? Justru dia yang harus kuselamatkan dari situasi sulit ini. "Sophia, Sayang ..." Kukecup kedua kelopak mata yang masih tertutup rapat. Kelopak mata itu terlalu lelah membuka meski gangguanku tadi berhasil membuat Sophia bergerak. "Sophia ... Ayo bangun. Kita harus pergi sekarang juga," bisikku di telinganya. "Hmm ..." Bagus, dia sudah memberi respon. Kubisikkan lagi mengulang panggilan yang sama. "Pergi?" Satu kelopak matanya sedikit membuka. Memicing menghadang sinar dari lampu yang sudah kunyalakan. "Ya." "Sekarang?" "Ya, Sophia. Situasinya mengharuskan kita segera pergi dari Istanbul." "Bergabung dengan Nene Yasmine dan Salma? Ke Malaysia?" "Kur

