[HAGIA] . Dering ponsel membuatku terkejut. Aku langsung meloncat bangun dan duduk dengan linglung. Rrasanya beberapa detik telah hilang dari ingatanku. Pikiranku kosong begitu saja, aku tidak tau apa yang sedang terjadi sampai akhirnya kesadaran itu datang kembali dengan sendirinya. Ah, tidak, kesadaranku datang berkat bantuan daring ponsel yang datang sekali lagi. Bunyinya sangat keras, seakan menarik tubuhku yang tenggelam dalam danau yang membeku di musim dingin. "Ya, halo ..." "Gia, ini papa. Kamu sudah bangun?" Semalam, setelah keluar dari kantor, aku mendatangi bar dan minum setidaknya tiga atau empat gelas whisky. Hanya itu yang masih tersisa dalam ingatanku saat ini. Pasti Pak Agus yang membawaku pulang dalam keadaan mabuk, yeah, itulah gunanya sopir, kan? Aku bukan Rendy a

