“Aku tidak keberatan, Nona.” Darren Wei berusaha mengatur suaranya agar terdengar meyakinkan. Apalagi saat mendapatkan tatapan tajam dari pengasuh Liu, tentu Darren harus bersikap layaknya seorang bawahan yang patuh pada atasannya. Rose Guan tersenyum penuh kemenangan. Membuat Darren kerepotan adalah sesuatu yang menyenangkan menurut Rose. Ia menemukan hal ini semalam ketika Darren menggendongnya, membawanya ke rumah sakit tanpa keluhan. Dan, ya, itu menyenangkan. Gadis itu mengambil sebuah catatan kecil, menulis sesuatu di sana, dan tidak lama kemudian merobeknya lalu mengulurkan tangannya supaya Darren dapat mengambil kertas catatan kecil itu. “Itu daftar yang harus kau beli. Tidak susah, bukan?” Rose lagi-lagi tersenyum. Namun, Darren belum beranjak dari tempatnya, sehingga sudut bibi

