Darren menarik dasinya, memerhatikan dirinya pada cermin sejajar dengan tinggi tubuhnya. Rambut hitam itu tertata rapi, jika sebelum menjadi pengawal terlihat sedikit acak-acakan. Kini, ia terlihat lebih memukau lagi. Ia memastikan semua sudah rapi agar Rose Guan tidak memiliki kesempatan untuk mengejeknya. Apalagi membiarkan Vernon Cheng sampai menertawakannya. Sekali lagi Darren memastikan dirinya pada cermin. Entah mengapa ia merasa seperti wanita yang sedang berbadan karena akan pergi kencan. Sejenak pemikiran itu membuat Darren bergidik. Mau bagaimana lagi? Semua pengawal kediaman ini terlihat rapi, hampir memukau. Tidak dipungkiri juga bagi Darren menjadi pengawal utama mendapatkan keistimewaan seperti kamar sendiri. Ia tidak perlu berbagi dengan orang lain—yang dalam satu kamar te

