99 | Perang Dingin

1351 Kata

"Lin—" Telat. Pintunya sudah Aylin tutup dan kunci. Dia di dalam kamar utama, biar saja Baja yang mencari kamar lain. Aylin mendengkus di sini, bersandar di pintu. Sesungguhnya kesal sekali. Memang, sih, kalau ada masalah bagusnya dibicarakan, bukan malah bertindak macam Aylin. Tapi ini, kan, bukan yang sekali-dua kali. Aylin rasa dia butuh begini supaya om suami mengerti betapa kesalahan berulang itu menyebalkan. Hati Aylin tidak seluas Om Baja yang memaafkan berkali-kali kesalahan pasangan. Aylin kalau tidak suka, ya, ngambek. Kalau merasa sakit hati, ya, menunjukkan dengan emosi. "Aylin ...." Pintu kamar Baja ketuk. Tak Aylin izinkan masuk. Dia serius untuk pisah kamar dulu, butuh sendiri. Sedang malas sama suami. Bodoh amat, deh. Aylin lekas naik ke kasur, dia tarik selimut. P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN