125 | Harusnya

1128 Kata

"Titip salam buat orang tua kamu, ya, Ja. Mereka nggak pantes bahagia." Baja geming, tetapi bukan karena tidak bisa menjawabi lontar kata Syila. Sejak kaki Baja menapak di kamar ini, yang bersuara hanya mantan istri. Entah itu dengan tawa atau ucapan seperti barusan. Yang pasti, langkah Baja sudah berhenti di depan perempuan dengan kondisi wajah seperti habis di-KDRT. Baja yakin itu hasil perbuatan Julian atau Papi Jaya—barangkali. Kalau yang Baja yakini pasti adalah Julian, kakak iparnya. Sekarang Syila tersenyum, sejak tadi tampak sangat puas. "Jadi ... ini karena orang tua saya?" Akhirnya Baja buka suara setelah sekian lama diam. Syila berdiri walau kelihatan agak susah payah. Di kamar ini tidak hanya isi Baja dan Syila saja, ada anteknya Papi Jaya. Mereka diam bak patung. Of cou

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN