27 | Mencari Kewarasan

1930 Kata

Abang: [Aylin.] Aylin baca satu pesan baru di sebelum tidur dari kontak Baja, yang sebelumnya Aylin kira Mahareno. Itu pesan dari siang, cuma baru Aylin lihat sekarang. Maklum, baru pegang hape. Sebelumnya, Aylin habiskan waktu dengan tidak mengutak-atik room chat. Eh, belum juga Aylin balas, kontak itu menghubunginya via telepon. Angkat, nggak, nih? Angkatlah. Dan hening. Tapi tak lama. "Aylin?" "Siapa, ya?" Pura-pura nggak kenal dulu. Kan, memang belum pernah kenalan dengan resmi, tahu-tahu bibir sudah saling bersalaman sampai ada jejak di bibir bagian bawah Aylin. Itu tadi sore sempat di-notice papi. Kenapa bibirnya? Untuk yang satu ini Aylin beralasan kepentok. Entah papi percaya atau tidak. Setelah bicara tentang Baja dan Aylin dinasihati, berakhir dengan dirinya memeluk papi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN