"Lin." "Iya, Mi?" "Itu suamimu berangkat kerja nggak kamu antar sampai teras?" Aylin sedang mencari makanan di kulkas. Tubuhnya pun masih dibalut piama. Belum mandi dan tidak berangkat ke kampus. Niatnya Aylin mau lanjut tidur sampai siang, tetapi Baja mengacaukan kantuknya. Alhasil, Aylin ikut turun, tetapi bukannya mengiringi Baja, dia malah belok ke dapur. Sempat berpapasan dengan mami memang. "Udah gede, ngapain di antar?" Sambil Aylin bawa mangkuk buah dan duduk di kursi makan. Astagfirullah! Telinga Aylin dijewer, Sis! Memang, nih, dari zaman Aylin remaja sampai sebesar sekarang mami itu tidak bestie dengannya. "Sana susulin suamimu! Antar, senggaknya sampai teras mumpung belum berangkat mobilnya." "Ih, ngapain?" "Cium tangan!" Aylin terpaksa jalan soalnya mami menuntunnya

