"Mbul ... Mbul. Selera kamu harus duda banget, ya?" "Emang kenapa kalau duda?" Detik-detik setelah lamaran usai. Kala di mana rombongan Satria Baja Hitam—biar saja Aylin ubah namanya—pergi meninggalkan rumah ini, di mana jari manis Aylin telah terpasang sebuah cincin keterikatan. Betul. Kakaknya mendekat, mengekor Aylin yang mau ke kamar. Sejujurnya, Aylin menghindari orang ini. Eh, malah ngintil. "Kayak nggak ada bujangan lagi aja, Mbul." "Bujang banyak, tapi yang baik-baik punah, Kak," timpal Aylin sekenanya. Ingat, tidak? Dulu Aylin pernah jadi bahan taruhan orang, yaitu Agung beserta kawan-kawan. Adiknya Om Raja, tuh. Bujang, kan? Aylin malas, ditambah melihat mami yang begitu diratukan oleh papi, seketika role model teman hidup paling ideal menurutnya adalah orang dewasa dengan

