23 | Perang Pikiran

2321 Kata

Melihat tuan rumah memasuki ruang tamu, sontak Baja disusul maminya berdiri. Yang lalu Baja awali dengan jabat tangan sopan kepada seorang Jayakarsa Atmaja bersama istri. Dan sebelum mami bersalaman dengan mereka, Baja tak lupa memperkenalkan lebih dulu. "Ini ibu saya." "Yuning," ucap si empu nama sambil berjabat dan tersenyum ramah, baik kepada mami maupun papi Aylin. Seketika aura old money menguar pekat dari seorang Jayakarsa, padahal Baja juga termasuk old money mengingat kekayaan keluarga yang diwariskan padanya sudah melewati empat generasi—Baja adalah generasi kelima. Ya, meski belum setua kekayaan milik penerus Atmaja Group. "Silakan, silakan," ucap Jaya, mempersilakan dengan gerak tangannya juga. So, Baja dan Bu Yuning duduk kembali. Bicara-bicara, Baja belum sempat mandi. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN