Bab 13 Tanpa ragu pak Maman -selaku supir pribadi keluarga Rahardja- menancapkan gasnya, mengantarkan Naysilla ke sekolah. Tepat di depan sekolah, Mang Juki juga selaku satpam sekolah sedang menutup gerbang sekolah. Mampus, udah telat banget ini mah! "Mang, jangan ditutup dulu gerbangnya!" pekik Naysilla sambil berlarian dengan nafas terengah-engah. "Tapi sudah bel dari lima menit lalu neng," katanya, seperti biasa dia tidak pernah menghilangkan logat Sunda-nya. "Yah mang, kali ini aja. Saya janji nggak bakal telat lagi," ucap Naysilla dengan ekspresi memohon. Nampaknya pak Maman kebingungan. Di satu sisi dia tidak tega melihat Naysilla. Tapi di sisi lain, dia beranggapan kalau dirinya tidak lebih dari sekedar pekerja yang sudah mengabdi puluhan tahun di SMA Bangsa. "Kumaha atuh, in

